Login Member
Username:
Password :
FB Fans Page
Statistik
  Visitors : 130073 visitors
  Hits : 979 hits
  Today : 96 users
  Online : 7 users
:: Kontak Admin ::

   

SMKN 1 Kalasan Menerima Peserta Didik Baru

Tanggal : 06/07/2011, 00:46:36, dibaca 1447 kali.

Tahun ajaran 2011/2012 ini SMK Negeri 1 Kalasan kembali menerima Peserta Didik Baru. Lebih lengkap tentang informasi, syarat dan jadwal penerimaan siswa baru dapat dilihat atau di-download pada file di bawah ini.

 Untuk informasi lebih lanjut silahkan datang langsung ke sekolah.Info Ppdb Fix

 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : n0cCEdwNxM -  [sar@environment.gov.il]  Tanggal : 24/09/2013
also good in the same genre:the doves coldplay\'s farvtioe band.interpol new uk band.the flaming lipsor if you are a bit more into uk experiemental pop:radiohead anything they\'ve done (my farvtioe is their older stuff like My Iron Lung and OK Computer)elbow great bandeliot smithaaron sprinklecatherine wheeland everyone should own Pete Yorn\'s Music for the Morning after . great album to listen to over and over. not really defined by a genre. http://bildgu.com [url=http://mvjqfaxfs.com]mvjqfaxfs[/url] [link=http://kcdkdcgm.com]kcdkdcgm[/link]

Pengirim : OkLm748G0 -  [zeuebkdq@gpwjceys.com]  Tanggal : 23/09/2013
I just recently<a href=\"http://briozbj.com\"> dvieoscred</a> Coldplay. They were on a compilation entitled, Chillout 2002: The Ultimate Chillout. I really like their song Trouble. It was featured on a recent episode of Without A Trace, a mystery drama here in the States about the New York FBI\'s missing person\'s unit. The song was played at the end of an episode in which they found the missing person, but she was dead.I love listening to that album to fall asleep.Take care and keep in touch!

Pengirim : GFunJv0PS -  [r_fabricante@hotmail.com]  Tanggal : 22/09/2013
they are 中方人員 n CY emphasis they are 香港居民. Never tell me one day china will say she obeys Sino-British Agreement, one contruy, two systems It is Hong Kong\'s affair or say 阿牛 is representing his position not Chinese citizens\' hope, as China loves peace. That\'s funny. http://rorkoskt.com [url=http://buudvjrdkl.com]buudvjrdkl[/url] [link=http://cdgjvvqd.com]cdgjvvqd[/link]

Pengirim : XSFcTvP7zJ -  [brian.mayou@kodak.com]  Tanggal : 20/09/2013
To S:It is because 釣魚台 is <a href=\"http://elmqrbwoo.com\"> rnterued</a> to Japan as a package with Okinawa. It is more easily to establish that 釣魚台 is belonged to the Kingdom of Okinawa BUT it was a kingdom protected by both Imperial China and Japan. So, who owns Okinawa is the real owner of 釣魚台.

Pengirim : av5LSw5b -  [charmaine.buys@uct.ac.za]  Tanggal : 19/09/2013
FPD Kota Menyuarakan Hati Nurani Rakyat :DEMOKRATIS atau MBALELO ?Oleh :HERU WAHYUKISMOYOPenjaga Gawang Keistiemwaan DIYDitengah hiruk-pikuk kebisingan suara para wakil rykaat dalam fraksi – fraksi parlemen dari tingkat kota/kabupaten, propinsi hingga DPR-RI, terdengar suara nyaring yang berbeda dari Fraksi Partai Demokrat DPRD kota Yogyakarta. Dimana saat ini sedang terjadi kristalisasi suara pro-kontra terhadap hak politik seorang sultan & adipati yang bertahta untuk memimpin daerahnya sendiri (ex.daerah swapraja yang dihormati hak asal-usul & dijamin UUD 1945).Artikulasi & agregasi politik menuju penetapan atau pemilihan serta wacana referendum yang digulirkan telah mengalir menjadi aspirasi terbuka dan mengerucut menjadi sikap politik masyarakat yang menghendaki DIY sebagai daerah istimewa tetap dipertahankan secara konstitusional, institusional & personal (kepala daerah dijabat sultan & adipati yang bertahta).Secara konstitusional UU No 3 tahun 1950 tentang Pembentukan DIY & UU No. 32 tahun 2004 tentang pelaksanaan pemerintah daerah cukup jelas dan tidak ada masalah antara pusat dengan daerah, demikian juga secara historis maupun politis bahwa institusi pemerintahan DIY dalam NKRI sudah sesuai amanat Proklamasi ‘45 & UUD ‘45.Pokok persoalan yang belum terpecahkan adalah model demokrasi yang bagaimana untuk memberikan legitimasi terhadap jabatan seorang gubernur & wakil gubernurnya (mau mengacu UU No.32/2004 pasal 226 atau tidak ?). Secara personal ada ketentuan yang berhak menjabat gubernur & wakil gubernur DIY adalah seorang sultan & adipati yang bertahta.Sesuai Kontrak Politik, berupa Piagam Kedudukan 19 Agustus 1945, Amanat 5 September 1945 & 30 Oktober 1945, Sultan & Adipati yang bertahta diberi hak politik atas wilayah kekuasaannya (daerah swapraja) yang diserahkan kepada republik demi cita-cita kemerdekaan RI dan keduanya bertanggung-jawab langsung kepada Presiden.UUD 1945 menjamin & menghormati hak asal usul suatu daerah yang memberikan legitimasi secara historis, yuridis sehingga kedudukan Sultan & Adipati yang bertahta syah adanya, lalu apakah masih harus dilegitimasi kembali dengan opsi mekanisme prosedur demokrasi “pemilihan” atau substansi demokrasi “penetapan”?. (disinilah ruang kosong demokrasi yang harus dibangun bersama untuk disepakati bersama antara Lembaga Pemerintah Daerah DPRD DIY, Lembaga Kasultanan Pakualaman & Lembaga Pemerintah Pusat DPR RI).Sejalan dengan pemaksaan kehendak untuk pemilihan atau penetapan, praktik politik authoritarian yang telah lama ditanggalkan kini ternyata dikenakan kembali oleh partai yang mabuk “euforia reformasi” tanpa mau memahami hakekat demokrasi yang mengarus utamakan suara rykaat adalah suara tuhan (fox populi fox dei), tapi faktanya justru mengedepankan suara penguasa adalah suara tuhan (fox rei fox dei).Akhir-akhir ini nampak sangat jelas ada gejala mal-praktik politik menyangkut kepentingan aspirasi masyarakat, sehingga telah terjadi kerancuan politik karena ada kesalahan dalam proses agregasi & artikulasi politik, dalam tajuk rencana KR, 17 Januari 2011 menyebutkan : “ASPIRASI merupakan suara nurani. Tidak siapapun dan pihak manapun mampu membendungnya. Kalau pun ada usaha untuk itu, sifatnya hanya sementara. Sebagai suatu sikap yang bermakna pura-pura. Sikap yang cenderung membohongi jati diri karena adanya faktor yang tidak kuasa dilawan. Sebab kalau sampai dilawan, kalkulasi dalam beragam konsekuensi menanti”.Belajar pengalaman sejarah, pemerintahan orde baru yang memainkan peranan politiknya melalui dwi fungsi telah gagal mengantarkan bangsa Indonesia untuk dewasa dalam menjalankan demokrasi Pancasila, karena praktek mufakat terlebih dahulu baru dimusyawarahkan dalam menentukan kebijakan politiknya menjadi demokrasi semu (pseudo democracy), baik menyangkut penentuan kepala daerah maupun kebijakan politik strategisnya.Saat itu aspirasi rykaat Daerah Istimewa Yogyakarta juga dilawan secara halus oleh sisa sisa pemerintahan orde-baru yang akhirnya juga tumbang, sehingga rykaat terpaksa melakukan anomaly demokrasi dalam mendudukkan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai gubernur DIY, yaitu dengan cara didaulat oleh rykaat secara langsung, kemudian berbeda lagi dalam proses penetapan seorang wakil gubernur yang juga harus dengan anomaly yuridis, termasuk SK Perpanjangan Gubernur & Wakil Gubernur 2008 – 2011. Mengapa anomaly politik ini harus terjadi dalam mendudukkan kembali seorang Sultan & Adipati yang bertahta sebagai gubernur & wakil gubernur DIY periode 1998 – 2003 yang jelas – jelas ada kontrak politiknya & sudah menjadi hak politiknya?Ini semua terjadi karena adanya intervensi politik pemerintah pusat yang sangat kuat melalui fraksi/elit penguasa yang memperalat salah satu parpol untuk menjadi tandingan (counter culture) dan akibatnyapun cukup fatal bagi partai yang dimainkan saat itu sehingga tidak cukup significant untuk memperoleh dukungan suara pada Pemilu 2004.Barangkali Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Yogyakarta tidak ingin partai yang dibangun dengan susah payah ini akan menjadi partai gurem pada Pemilu 2014, apalagi setelah ditinggalkan tokoh kharismatisnya (GBPH H Prabukusumo) yang dikenal sangat aktif menggalang kekuatan social & bisnis sebagai koleganya untuk mendukung kebesaran Demokrat di DIY.Terlepas ada tidaknya kalkulasi politik dalam pemilukada Kota Yogyakarta, Fraksi Demokrat DPRD Kota Yogyakarta sangat berani melawan arus politik fox rei fox dei yang tidak lazim (anomaly) untuk menyelamatkan masa depan kepentingan partainya yang dibina & dibesarkan dengan susah payah selama ini dengan menyanyikan suara kebenaran sesuai nurani rykaat fox populi fox dei.Mereka sadar, jadi anggota legislative hanya sementara bahkan belum tentu menjabat selama lima tahun, sementara itu jadi warga masyarakat Yogyakarta adalah selamanya jika tidak pindah warga?. Daerah Istimewa Yogyakarta adalah tanah tumpah darah yang harus dipertahankan demi anak cucunya nanti.Pepatah mengingatkan : “dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung !” Jadi kalau bukan kita yang membela keistimewaan Yogyakarta, lalu siapa lagi ? Kalau tidak mau memperjuangkan keistimewaan sekarang ini juga, mau kapan lagi ?Para pendahulu telah mengingatkan : “sedumuk bathuk senyari bumi, ilang sapecak ditohi pati”, menyuarakan suara hati nurani rykaat sebagai kewajiban moral mau dicap demokratis atau mbalelo ? Biarkanlah masyarakat yang akan mengadili nanti !Yogyakarta, 16 Januari 2011Penulis Buku Demokratisasi VS Keistimewaan DIY (jadi tesis S-2 UGM, Politik Lokal) & Merajut Kembali Pemikiran Sri Sultan HB IX (bahan disertasi S-3 UNY, Ilmu Pendidikan)Jl Namburan Lor 1, Kraton, Yogyakarta, CP : 0274-372722,0274-7474222, 081328372222 1 1


   Kembali ke Atas